What's inside my head...

You were born an original. Don't die a copy.
-- John Mason

About Me

My photo
This one is an old blog of mine that i wont ever touch anymore. Please kindly visit my new blog: stashionery.wordpress.com thx all

Thursday, November 12, 2009

Ortodoksi Ortopathi Ortopraksis


A.     Ortodoksi
Orthodoksi berasal dari dua kata Yunani, yaitu orthos yang berarti “benar” dan doxa yang berarti yang secara harafiah berarti “kemuliaan, penghormatan, ibadah serta pendapat”. Sehingga, arti frasa ini berarti ajaran lurus atau ajaran benar tentang Allah yang berimplikasi pada sebuah usaha pemahaman kebenaran yang pada gilirannya terwujud dalam pola tingkah yang menjadi kepujian bagi Allah.

Contohnya: seseorang Kristen yang benar adalah seorang Kristen yang memiliki pemahaman yang benar, bukan hanya secara informatif, namun juga secara empiris. Bukannya hanya tahu siapa itu Tuhan, tetapi juga mengenal dan memahami siapa Tuhan, melalui pembacaan Alkitab dan ibadah yang benar, ia akan berusaha untuk mengerti seraca keseluruhan tentang Alkitab. Bukan hanya asal dengar potongan-potongan firman yang ia terima secara acak, lalu kemudian ia gabungkan menjadi suatu pengertiannya sendiri, dan kemudian memakai pengertiannya tersebut untuk menjalani kehidupannya. Ia juga tidak tinggi hati dan merasa diri tahu persis apa mau Tuhan hanya karena ia banyak memiliki pengenalan (informatif) tentang Alkitab. Ia selalu menjalankan doa yang benar untuk mencari siapa Tuhan dan apa mau Tuhan, dan memercayai bahwa Tuhan memang hanya sejauh doa.

A.     Ortopathi
Orthopathi berasal dari dua kata Yunani, yaitu orthos yang berarti “benar” dan pathos yang berarti “afeksi, sikap hati, dan keinginan”. Frasa ini berarti sikap hati yang berarti lurus atau benar terhadap Allah. Hikmat untuk memiliki sikap hati yang lurus terhadap Allah hanya bisa dimiliki oleh orang-orang yang takut akan Tuhan.

Contohnya: seseorang dengan pemahaman yang benar (ortodoksi) akan tumbuh menjadi orang yang memiliki sikap hati yang benar juga (orthopathi) yang akan selalu menjalani dan menghayati ke-Kristen-an secara tulus dan penuh pengucapan syukur. Ya, ia menitikberatkan segala pelayanan dan ketaatannya pada rasa ucap syukurnya terhadap Allah, bukan dengan keinginan untuk mendapat berkat, apalagi hanya sekadar mengisi kekosongan. Ia beribadah dengan suatu niat yang tulus, ia berbuat kebaikan dan menjauhi kejahatan bukan karena ia takut akan doa, melainkan karena ia takut akan Tuhan. Dalam kehidupan sehari-seharinya dengan sesama manusiapun, ia selalu menjalani dengan penuh ketulusan, dan bukan karena niat-niat dan maksud yang lain.

B.     Ortopraksis
Orthopraksis berasal dari dua kata Yunani yaitu orthos yang berarti “benar” dan praxis yang berarti “tindakan atau kerja”, yang artinya tindakan yang benar berdasarkan terang kebenaran Allah. Pembentukan pemahaman yang benar tidak dapat dipisahkan dari ungkapan praktis dalam kehidupan sehari-hari dan dalam pelayanan.
                                 
Contohnya: Pemahaman yang benar (orthodoksi) akan menumbuhkan yang namanya sikap hati yang benar (orthopathi) dan kemudian akan bertumbuh lagi ke arah tindakan yang benar (orthopraksis). Tindakan yang benar dalah tindakan yang didukung oleh pemahaman dan pengalaman kehidupan bersama Allah, misalnya ia tidak akan tumbuh dalam keKristen-an yang verbal tanpa diikuti dengan iman dan perbuatan, misalnya ia tidak suka mengucapkan kata-kata Puji Tuhan, Haleluya, Syalloom, dan berbagai kata atau frasa lain yang menunjukan ke-Kristen-an dengan sembarangan. Jika memang, ia mengucapkan kata-kata seperti itu, ia pasti mngucapkannya pada tempat, situasi, kondisi, dan pemahaman yang tepat. Contoh lainnya adalah gereja-gereja yang memiliki pemahaman yang benar (ortodoksi) akan mempraktekan kebenaran juga (orthopraksis) yaitu dengan memberikan pengajaran akan hal-hal atau nilai-nilai ke-Kristen-an tanpa mengurangi atau menambahi apapun dari apa yang terfirman dalam Alkitab, dan tidak memberikan sedikitpun celah bagi faktor eksternal untuk mempengaruhi apa yang diajarkan dan ditanamkan oleh gereja tersebut kepada jemaatnya.



*semua definisi dikutip dari dapetza.blogspot.com

Tuesday, October 13, 2009

Take me as I am

Hhmmm, how should I start it from?? For me, it's quite hard to define myself.. I am just an ordinary college girl, who live in regular circumstances as the other girls do. It's only my personal values that differs me to them.

Some people say I am stubborn, but some others say it's just a way I secure my principles.. Which one do you choose? Get to know me, look into my values and thoughts, then take me as I am...

Some people say I'm arrogant, but some others it's just my confindence in a different way.. Which one do you choose? Get to know me, look into my values and thoughts, then take me as I am..

Some people say I'm optimistic, but some others say I'm just tricky enough to hide my fear.. Which one do you choose? Get to know me, look into my values and thoughts, then take me as I am...

Some people say I'm extrovert, but some others say it's just a way i wrap my real feelings... Which one do you choose? Get to know me, look into my values and thoughts, then take me as I am...

Some people say I'm pliant, but some others know it's just a moment when I'm bored yet to be stiff... Which one do you choose? Get to know me, look into my values and thoughts, then take me as I am...

Some people say I'm boyish and like to freak out, but some others say I'm just less feminine than other girls... Which one do you choose? Get to know me, look into my values and thoughts, then take me as I am...

Some people say I'm easily adaptable, but some others know i won't let my self get close to people I might not adapt to... Which one do you choose? Get to know me, look into my values and thoughts, then take me as I am...

Some people say I'm tough and strong, but some others see me as a crybaby...

Those two kinds of people are right, and have seen me as I am,in exact ways... They just play different roles and meanings for me.. and it's just me, projecting my self in a different ways to each of them... Which one do you choose? Get to know me and play any roles to me.. Just see, how I will take you back as you are...

Monday, October 12, 2009

Analisa Perspektif Budaya - Minahasa


Suku Bangsa Minahasa, Sulawesi Utara dan Komunikasi Lintas Budaya

Propinsi Sulawesi Utara, sebagai bagian utuh dari Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah wilayah pemukiman asal dari empat suku bangsa asli yakni orang Talaud, orang Sangihe, orang Mongondow, dan orang Minahasa. Keempat suku bangsa asli Sulawesi Utara ini masing-masing memiliki kebudayaannya sendiri jauh sebelum mereka memeluk agama-agama tertentu yang dibawa masuk dari luar. Orang Mongondow sekarang ini mayoritasnya adalah sebagai penganut Islam, sementara ketiga suku bangsa lain sebagian besar sebagai pemeluk agama Kristen.
Sejalan dengan perkembangan sejarah, masuklah sejumlah besar suku-suku Nusantara ke Sulawesi Utara. Ada yang mulanya langsung datang sebagai bagian aktif dari kontak-kontak ekonomi, agama, budaya, dan politik, ada pula yang masuk sebagai bagian interaksi antara bangsa-bangsa dari daratan Eropa dengan suku-suku bangsa Nusantara lainnya. Di samping itu, masuk pula beberapa bangsa Asia seperti orang Arab, India, Cina, dan Jepang.
Sejak awal persentuhan budaya antara Sulawesi Utara dengan pihak luar, tanah Minahasa sudah menjadi arena kontak budaya yang semakin lama semakin intensif. Kehadiran bangsa-bangsa asing (Barat dan Asia) yang memilih Minahasa sebagai pancangan kaki menyebabkan daerah itu tumbuh menjadi suatu pusat pertumbuhan kebudayaan yang baru. Apalagi dengan dipilihnya Manado sebagai pusat pemerintahan sejak masa awal kolonial menjejakkan kakinya di Sulawesi Utara. Peranan Minahasa (dengan Manado sebagai kota pusat pemerintahan Sulawesi Utara, Gorontalo, hingga Sulawesi Tengah) menjadi semakin besar.
Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa jauh sebelum masuknya pengaruh Barat, tata hubungan sosial di Sulawesi Utara sudah berciri nasional. Dan dengan masuknya bangsa-bangsa Barat dan Asia tersebut di atas, menyebabkan kebudayaan dan masyarakat di Sulawesi Utara berciri internasional.
Dalam hal ini dapat kita lihat dengan jelas, bahwa sejak zaman dulu, masyarakat Minahasa sudah tidak asing lagi dengan budaya luar, dan komunikasi antar budaya juga sudah sering dilaksanakan. Masyarakat Minahasa adalah bangsa yang memiliki pikiran yang terbuka dan individualis yang memungkinkannya untuk berkomunikasi lintas budaya dengan cukup mudah.


Apakah Opera van Java Mencerminkan Budaya Indonesia?


Dalam beberapa dekade belakangan ini, media telah banyak melakukan penyimpangan nilai dalam menjalankan fungsinya, yang utamanya adalah untuk mengedukasi , menghibur dan memberikan informasi. Dalam mengemas informasi, hiburan, dan edukasi yang ingin disampaikan, media, baik secara sengaja maupun tidak, seringkali kurang memperhatikan “kerapihan” (dalam berbagai aspek) dan juga kurang mempertahankan idealismenya. Sehingga dalam prakteknya, justru berujung pada kerusakan nilai-nilai social, public, bahkan nilai kebangsaan.
Dengan alibi bahwa komersialitas dan kebutuhan pasar adalah alasan utamanya, media sepertinya semakin gencar menebarkan faktor-faktor perusak (namun menarik pasar, memang) dalam setiap inti dari informasi, hiburan maupun edukasi yang ingin disampaikannya.  Pada praktek media dalam system komunikasi Indonesia, kita bisa menarik banyak contoh, seperti penggunaan bahasa kurang baik yang sangat tidak asertif dan edukatif, penonjolan unsur sarkasme, kebohongan public, penyebaran nilai-nilai pornografi maupun pornoaksi, dll.
Dalam makalah ini, saya akan menyoroti tingkah media dalam dimensi dunia perlawakan yang seringkali tidak mempertahankan idealism kebangsaan dan juga dinilai, telah membunuh karakter bangsa Indonesia secara tidak langsung. Opera van Java, program lawak baru, yang sangat digemari semua kalangan, bahkan telah meraih rating tertinggi. Secara tak sadar, public dibiasakan untuk menikmati kekerasan, kekasaran (baik dalam bersikap maupun dalam bertutur kata), sebagai suatu hal yang lucu dan layak untuk diikuti.


Penggambaran Perempuan dalam Majalah-Majalah khusus Pria


Telah banyak penyimpangan yang dilakukan media dalam menjalankan fungsinya, yang utamanya adalah untuk mengedukasi , menghibur dan memberikan informasi. Dalam mengemas informasi, hiburan, dan edukasi yang ingin disampaikan, media, baik secara sengaja maupun tidak, seringkali kurang memperhatikan “kerapihan” (dalam berbagai aspek) dan juga kurang mempertahankan idealismenya. Sehingga  secara tidak langsung  akan berdampak pada kerusakan nilai-nilai social dan public.

Komersialitas dan kebutuhan pasar adalah alasan atau alibi utamanya dan membuat media  menjadi semakin gencar menebarkan faktor-faktor perusak (yang harus diakui, kenyataannya sangat diminati pasar) dalam setiap inti dari informasi, hiburan maupun edukasi yang ingin disampaikannya.  Pada praktek media dalam system komunikasi Indonesia, kita bisa menarik banyak contoh, seperti penggunaan bahasa kurang baik yang sangat tidak asertif dan edukatif, penonjolan unsur sarkasme, kebohongan public, penyebaran nilai-nilai pornografi maupun pornoaksi, dll.

Dalam makalah ini, saya akan membahas tentang sebuah bias perspektif tentang wanita yang seringkali (bukan hanya seringkali, bahkan selalu terjadi) dalam media-media khusus pria dewasa, terutama yang akan dibahas disini adalah majalah pria, seperti For Him Magazine (FHM), POPULAR, GLAMOUR,dll, yang dimana didalam menjalankan fungsinya, media-media ini sangat kuat dalam hal penyebaran nilai-nilai pornografi dan pornoaksi, bahkan di kalangan yang dimana nilai-nilai ini tidak seharusnya terekpos,mis: mahasiswa.

Christ and Culture by Richard Neibuhr


Richard Niebuhr adalah seorang Etikus Teologia Kristen yang Amerika yang paking terkenal dengan bukunya Christ and Culture, yang membahas tentang hubungan antara Kekristen-an dan budaya maupun sistem-sistem kemasyarakatan. Dimana hal-hal yang berkaitan dengan hubungan antara keKristenan dan kebudayaan akan berkembang menjadi sesuatu yang bisa diperdebatkan ketika manusia mengetahui bahwa Kristus atau keKristenan itu sendiri adalah suci, sempurna, dan tidak berdosa, sementara, budaya adalah buatan manusia, dimana manusia itu sendiri penuh dosa. Lalu, timbulah pertanyaan, Bagaimana Kristus dapat bertahan di tengah-tengah dan bercampur dengan ketidaksempurnaan tersebut? Hal ini semakin dipermasalahkan lagi mengingat banyaknya ayat-ayat Alkitab yang mengharuskan kita untuk tidak menjadi seperti dunia, sementara banyak juga ayat-ayat yang mengharuskan tetap berada di dunia, sebagaimana adanya manusia. Untuk menunjukan bagaimana  keKristenan menanggapi permasalahan ini, Richard Niebuhr memperkenalkan lima pandangannya mengenai hubungan antara Kristus dan Budaya, yang antara lain: Christ against Culture, Christ of Culture, Christ above Culture, Christ and Culture in paradox, Christ transforms culture.
Sebagai pendahuluannya, Niebuhr memulai dengan definisi tentang Yesus dan Kebudayaan masing-masing. Tentang Yesus, Niebuhr berpendapat bahwa  definisi manusia tentang Yesus tidaklah cukup (mengingat bahwa manusia tidak akan pernah bisa menjangkau dan memahami hakikat Yesus secara total, dengan kenyataan bahwa konsep tentang Yesus itu sendiri telah sedemikian rupa sangat dipengaruhi oleh eksistensi kebudayaan yang telah menempel dalam perjalanan hidupa manusia sejak lahir). Kebudayaan, oleh Niebuhr, didefinisikan sebagai total proses dari aktivitas manusia dan segala manifestasinya, yang mengacu kepada lingkungan atau hal-hal sekunder (seperti adat isitadat, system-sistem kemasyarakatan, norma-norma, dll) yang manusia implementasikan ke dalam kehidupannya.
1.      Christ against Culture (Kristus vs kebudayaan)
Ini adalah pandangan yang cukup keras menegaskan tentang otoritas tunggal Kristus terhadap kebudayaan dan menolak segala hal-hal yang diyakini oleh budaya. Menurut pandangan ini, kesetiaan kepada Kristus merupakan suatu penolakan terhadap lingkungan atau system budaya, dan bahwa ada suatu garis yang dengan tegas memisahkan dunia dengan anak-anak Allah.

Sisi positif: orang-orang yang mempercayai atau menganut Christ against culture bisa dikatakan adalah faktor utama mengapa kita masih boleh bersimpati terhadap pandangan ini. Mereka yang menolak dunia, pastinya akan dengan teguh mempertahankankan keyakinannya kepada Kristus. Banyak diantara mereka yang telah menderita secara mental dan fisik demi menjalankan keinginan mereka. Bahkan mereka rela menyerahkan rumah, property, harta, dan  juga hak perlindungan negara demi pergerakan mereka menolak dunia.
Sisi negative: Menurut Niebuhr, pandangan ini tidaklah sesuai karena pemisahan antara dunia dengan Kristus tidak pernah ada dan tidak akan pernah ada, sekalipun manusia berpikir bahwa itu mungkin bisa terjadi. Selain itu, menurutnya, terdapat sebuah pengertian yang salah dimana orang-orang berpikir bahwa di dalam kebudayaan, terdapat dosa. Dan ketika keKristenan menjauhi kebudayaan, maka manusia dikatakan telah menjauhi dosa. Padahal, dosa bukan hanya mengenai budaya. Dengan atau tanpa menjauh dari budaya, manusia itu sendiri telah berdosa dan akan tetap bisa berbuat dosa. Yang terpenting menurut Niebuhr, pandangan ini tidaklah mengenal Yesus dan peran Roh dalam penciptaan dunia secara utuh.

2.      Christ of Culture (Kristus dari Budaya)
Dalam pandangan ini, manusia memposisikan Yesus sebagai Mesias dalam suatu lingkungan social mereka, sosok yang dapat memenuhi segala harapan dan aspirasi mereka, penyempurna keyakinan mereka, sumber dari roh kudus mereka. Orang yang menganut paham ini cenderung lebih terbuka untuk menjalin pertemanan atau hubungan bukan hanya dengan mereka yang percaya tapi juga dengan mereka yang tidak percaya. Mereka juga tidak bisa menemukan perbedaan yang signifikan antara gereja dan dunia, antara hokum-hukum social dengan dan kepercayaan pada Tuhan, antara etika keselamatan dan etika social. Di satu sisi, mereka menginterpretasikan kebudayaan melalui Kristus, dimana aspek yang paling mirip dengan Yesus mendapat penghormatan dan apresiasi lebih besar. Di sisi lain, mereka menginterpretasikan Kristus melalui budaya, menseleksi dari pengajaran-pengajaran Kristen yang paling harmonis dengan system-sistem social dan budaya mereka, itulah yang akan mereka aplikasikan dalam kehidupan mereka.

Sisi positif: orang cenderung merasa bahwa hanya mereka yang menolak beradaptasi dengan kebudayaan, yang dapat melakukan penyerangan terhadap kebudayaan. Orang-orang yang menganut dengan pemahaman ini pasti bisa berdamai dengan budaya dan dunia. Bagaimanapun, sejarah telah menjadi saksi bahwa manusia dapat memiliki ketertarikan akan Kristus karena adanya keselarasan antara ajaran Kristiani dengan ajaran-ajaran tokoh-tokoh besar akan moral dan pilosofi keagamaan. Dan orang-orang yang menganut paham ini cenderung akan melibatkan diri mereka ke dalam suatu lingkungan social dimana mereka merasa diri mereka potensial untuk  membuat suatu perubahan atau pengaruh terhadap individu lain dalam lingkungan tersebut.

Sisi negative: menurut Niebuhr, masalah terbesar dalam konsep pandangan ini terletak pada distorsi Kristus, dimana Kristus digambarkan sebagai sosok yang dibentuk atau sangat dipengaruhi oleh lingkungan social.

3.      Christ above Culture (Kristus dan Kebudayaan).
Pandangan ini sama sekali tidak menghadirkan pertentangan antara Kristus dengan budaya. Yang dihadirkan justru adalah pertentangan antara Kristus yang suci dengan manusia yang berdosa. Penganut paham ini menekankan bahwa Kristuslah yang berada di atas segala budaya, yang membentuk dan mengijinkannya untuk terjadi, maka dari itu budaya tidak bisa dikatakan buruk, tapi juga tidak bisa dikatakan baik. Ketika seorang manusia melakukan dosa, lalu kemudian mengekspresikan pemberontakannya kepada Tuhan lewat suatu bentuk-bentuk budaya, itu juga tidak mengartikan bahwa budaya merupaka suatu yang buruk. Mereka mengatakan bahwa budaya ada karena Kristus yang menciptakannya secara penuh, dan mereka melihat bahwa keselarasan antara Kristus dan budaya adalah sebuah jawaban yang tepat untuk menjawab semua pertanyaan. Menurut Niebuhr, penganut paham ini tidak bisa membedakan antara pekerjaan manusia (yang adalah budaya) dari kemuliaan Tuhan, karena semua pekerjaan manusia itu bisa terjadi juga karena kemuliaan Tuhan. Tapi mereka juga tidak bisa memisahkan antara pengalaman akan kemuliaan Tuhan dari aktivitas budaya mereka, karena bagaimana mungkin seseorang bisa mencintai Allah yang tidak kelihatan, tanpa melayani saudara-saudara mereka yang kelihatan?

Sisi positif: adanya sebuah keseimbangan antara melihat Kristus sebagai bagian dari budaya dengan meilhat Kristus sebagai sosok diluar budaya (secara Dialah yang membual budaya itu ada). Melalui paham ini, kita bisa sampai kepada pengertian tentang hokum moral dalam lingkungan social dan juga tentang keterlibatan Tuhan dalam lingkungan social. Niebuhr menjelaskan bahwa Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk social, dan merupakan suatu yang tak mungkin jika lingkungan social menfungsikan eksistensinya tanpa arahan dari Tuhan. Maka dari itu, gerejapun akhirnya, selain memfungsikan diri sebagai pembangun iman dan spiritual, juga menfungsikan dirinya untuk menjadi penjaga/pengawas hukum-hukum dunia, sebagai suatu pelayanan terhadap dunia.

Sisi negative: masalahnya terletak ketika paham ini sampai di sebuah titik batas, akan bisa membawa dunia untuk melihat gereja sepenuhnya menjadi sebuah institusi saja (institusionalisasi gereja). Jelas sekali terlihat, bahwa paham ini suatu hari nanti akan membawa perhatian dan kayakinan umat menjadi semakin jauh dari fungsi gereja sebenarnya.     

4.      Christ and  Culture in paradox (Kristus dan Budaya dalam paradoks)
Ini adalah paham yang kurang lebuh mirip dengan Christ above culture. Perbedaannya adalah, ketika penganut paham ini berkeinginan untuk mempertahankan kesetiaan pada Kristus dan sisi lain juga ingin mempertahankan tanggung jawab terhadap budaya secara bersama-sama, mereka percaya bahwa integrasi ini bukanlah suatu hal yang seimbang dan menyenangkan, seperti yang penganut above-culture rasakan. Mereka menekankan bahwa ada sebuha paradokz, dimana konflik yang terjadi antara Kristus dan budaya disebabkan karena dosa yang terdapat dalam budaya.

Sisi positif: pandangan ini menangkap dengan cukup jelas penekanan alkitab yang di deskripsikan untuk umat Kristen di dunia. Karena manusia berada di bawah hukum, namun juga tidak dibawah hukum selain karunia. Manusia adalah pendosa namun bijaksana. Penerima pembalasan dan juga belas kasihan Kristus. Ini adalah suatu porses yang dinamis, dan juga bukanlah suatu penolakan ataupun penerimaan terhadap budaya dari model-model yang lain, tapi lebih kepada pengalaman pribadi manusia yang menjadi saksi bahwa perjalanan hidup dengan budaya penuh dengan damai juga kesengsaraan.

Sisi negative: keKristenan bisa kehilangan suara to mengatakan hal apapun yang bermakna dalam/ terhadap budaya. Ini adalah paham yang membawa kita untuk menerima budaya karena kita melihat secara bersamaan pembalasan maupun belas kasih Kristus, dan karena manusia melihat keduanya, maka akan sangat bahaya jika manusia.

5.      Christ transforms Culture (Kristus yang bertransformasi ke dalam kebudayaan)
Ini adalah sebuah paham yang paling disarankan oleh Niebuhr, dimana secara teologis, pandangan ini memiliki 3 garis besar , yaitu melihat Tuhan sebagai pencipta, menyadari bahwa kejatuhan manusia dari sesuatu yang baik, dan memandang bahwa kita merasakan interaksi antara Tuhan dengan manusia dalam perjalanan hidup manusia yang historis. Maka dari itu, penganut paham ini percaya bahwa kebudayaan manusia adalah kehidupan manusia yang telah ditransformasikan ke dalam dan di dalam kemuliaan Tuhan. Pada prakteknya, pandangan ini memiliki arti bahwa we bekerja dalam sebuah lingkup budaya untuk mengupayakan sesuatu yang lebih baik, karena Tuhan pada dasarnya telah menberikan manusia kretifitas, dan itu baik (dan jelas bisa menjadi baik). Kita juga bisa berkontribusi dalam pekerjaan transformasi ini, karena ketika di dalam budaya ada dosa, masih ada harapan melalui Kristus, untuk penyelamatan budaya itu sendiri. Lebih jauh lagi, kita akan mengalahkan dosa bukan dengan cara menjauhinya ataupun dengan memeranginya secara langsung, namun dengan bentuan mata manusia yang tertuju pada Yesus, dan niat kita yang positif dan berorientas padaNya, akan membuat kita mampu mengalahkan dosa.

Pengaruh Krisis Ekonomi Global terhadap Ekonomi Indonesia



Akhir-akhir ini ekonomi dunia sedang mengalami guncangan. Setelah dunia mengalami krisis serupa 80 tahun lalu, kini hal yang sama terjadi lagi, secara global, dan bahkan lebih buruk. Namun berbeda dengan kondisi 80 tahun lalu, keadaan krisis ini terjadi karena krisis financial yang dialami Amerika Serikat, dimana pembelanjaan Negara Amerika besar pasak daripada tiang. Besar biaya pembelanjaan militer Negara adidaya tersebut menyebabkan krisis ekonomi sejak tahun 2007 lalu. Tidak hanya itu, bahkan besar hutang luar negeri AS telah menyamai besarnya hutang luar negeri Indonesia (hutang AS telah mencapai milyaran dollar terhadap China).
Krisis yang terjadi di AS saat ini yang di tandai dengan ambruknya perusahaan besar di dunia keuangan, seperti Lehman Brothers dan terpaksa di jualnya Merill Lynch. Hal ini diakibatkan peningkatan kredit bermasalah yang luar biasa setelah terjadinya krisis kredit perumahan dan sekarang telah menyebar ke seluruh pasar kredit.


Namun Krisis yang terjadi di AS bukan hanya mempengaruhi perekonomian AS tetapi juga perekonomian global. Hal ini dapat di lihat dengan anjloknya harga saham di seluruh dunia. Negara-negara yang mempunyai pondasi perkonomian yang kuat seperti Eropa dan negara-negara di Asia Timur tidak begitu besar berpengaruhnya. Krisis Ekonomi di AS ini sangat mempengaruhi di negara-negara yang mempunyai pondasi perekonomian yang kurang kuat, seperti negara-negara berkembang.


Perekonomian Indonesia saat ini belum benar-benar pulih dari krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia di tingkat domestik sejak pertengahan 1997. Krisis Indonesia tahun 1997 telah mewariskan biaya yang harus dikeluarkan pemerintah sebesar US$ 7,5 milliar dan US$ 200 miliar sebagai total utang Indonesia (termasuk utang pemerintah dan perusahaan swasta). Saat ini perekonomian Indonesia juga terpengaruh oleh krisis ekonomi yang terjadi di AS. Hal ini dapat di lihat ketika pemerintah menutup penjualan saham di bursa efek beberapa kali, hal ini dimaksudkan supaya harga saham tidak terus turun, sehingga pemilik perusahaan tidak rugi besar. Hal yang sedikit anomali juga terjadi, di seluruh dunia kurs dollar melemah, tapi di Indonesia kurs dollar malah menguat terhadap rupiah. Indonesia masih rawan akan berbagai instabilitas politik, ekonomi, sosial budaya, keamanan, finansial, dan kegiatan investasi. Sehingga menimbulkan pertanyaan mengapa krisis terjadi di AS? Dan Mengapa Indonesia selalu terpengaruh terhadap instabilitas yang terjadi secara global, termasuk krisis ekonomi di AS?

Wawancara dan Pengamatan Usaha Kecil Menengah - RM Sederhana H. Babe Saman

Blog ini berisikan hasil wawancara saya dengan dua orang pemilik usaha restoran kelas menengah, yang boleh dibilang, sangat sukses, jika dilihat dari perkembangan pesat yang terjadi dalam usaha ini, sejak pertama kali terbentuk, hingga sekarang.


Bpk. H. Iwan S. dan Ibu Hj. Nuryati. Ya, mereka adalah pemilik sekaligus perintis dari Rumah Makan Nasi Uduk dan Ayam Goreng "Sederhana" H. Babe Saman.


Berikut adalah kesimpulan hasil pengamatan dan wawancara saya dengan kedua pasangan suami istri tersebut.

Brazil







Merupakan salah satu Negara diselatan amerika . dengan pemerintahannya yang dinamakan republik Brazil federal.  Menjadi Negara kelima terbesar dalam wilayah amerika selatan. Berbatasan dengan laut atlantik di sebelah timur memiliki garis pantai lebih dari 7.491 kilometer (4.655 mil). Hal ini dibatasi di utara oleh Venezuela, Guyana, Suriname dan departemen luar negeri dari Perancis Guyana Perancis; di barat laut oleh Kolombia, di sebelah barat oleh Bolivia dan Peru, di barat daya oleh Argentina dan Paraguay dan di selatan oleh Uruguay. Sejumlah kepulauan merupakan bagian dari wilayah Brazil, seperti Fernando de Noronha, Rocas Atoll, Saint Peter dan Paulus Rocks, dan Trindade dan Martim Vaz.
Brasil adalah koloni Portugal dari arahan dari Álvares Pedro Cabral pada 1500 hingga kemerdekaan pada 1822. Pada awalnya independen sebagai Brazilian Empire, negara telah menjadi republik sejak 1889, walaupun terdiri daripada dua dewan legislatif, yang sekarang disebut Kongres, tanggal kembali ke 1824, ketika pertama konstitusi telah meratifikasi yang saat ini konstitusi menetapkan Brasil sebagai Republik Federal yakni Federasi yang dibentuk oleh kesatuan dari Distrik Federal, di 26 negara, dan kota 5564.

Republik Federal Brazil
República Federativa do Brasil


National flag of Brazil


 Coat of arms

Motto"Ordem e Progresso"
(Portuguese)
"Perintah dan Proses"



AnthemHino Nacional Brasileiro
(Portuguese)
"Lagu Kebangsaan Brazil"


National seal
Selo Nacional do Brasil
(Portuguese)
"Lambang kenegaraan Brazil"


















 
Kota Terbesar  São Paulo
1.      49.7% White
2.      42.6% Pardo (Brown)
3.      6.9% Black0.
4.      5% Asian
5.      0.3% Amerindian Demonym Brazilian

Ø  Pemerintahan : Kepresidenan Republik Federal  
Ø  Wakil Presiden : José Alencar
Ø  Presiden Senat : José Sarney
Ø  Dideklarasikan : September 7, 1822   - 
Ø  Diakui : August 29, 1825   - 
Ø  Menjadi Republik : November 15, 1889   - 
Ø  Luas Area : Total 8,514,877 km2 
Ø  Perairan :  (%) 0.65
Ø  Populasi : 2009 (perkiraan) 191,241,714 
Ø  Kepadatan Penduduk : 22/km2 (182nd) 57/sq mi

 
Geografis
Brasil menempati daerah yang besar sekali di sepanjang pantai timur Amerika Selatan dan mencakup sebagian besar wilayah benua dari interior, berbagi tanah berbatasan dengan Uruguay di selatan; Argentina dan Paraguay ke barat daya, Peru dan Bolivia di sebelah barat; ke Kolombia barat laut; Venezuela, Suriname, Guyana Perancis dan departemen luar negeri dari Perancis Guiana ke utara. Brasil berbatasan dengan setiap negara di Amerika Selatan, kecuali Ekuador dan Chili. Faktor-faktor ukuran, relief, iklim, dan sumber daya alam Brazil secara geografis membuat beragam. Brazil adalah negara terbesar kelima di dunia setelah Rusia, Kanada, Cina dan Amerika Serikat dan ketiga terbesar di Amerika, dengan total luas 8.511.965 km (5.289.090 mil), termasuk 55.455 kilometer (34.458 mil) dari air. Peraturan spans tiga zona waktu; dari UTC-4, di negara-negara barat, untuk UTC-3, di bagian timur negara, maka resmi waktu Brasil, dan UTC-2, di pulau Atlantik.
Brasil topografi juga beragam, termasuk perbukitan, pegunungan, dataran rendah , dan dataran tinggi, Banyak dari wilayah Brasil terletak antara 200 meter (660 kaki) dan 800 meter (2.600 kaki) di ketinggian. Tanah tinggi menempati sebagian besar wilayah selatan setengah dari negara. Di bagian barat laut terdiri dari dataran tinggi luas. Di bagian tenggara adalah lebih berat, dengan massa yang kompleks dan Kontur gunung mencapai kisaran Kemiringan hingga 1.200 meter (3.900 kaki). Ini Terdapat antara Mantiqueira Mountains ,  Espinhaço Mountains, dan Serra do Mar. Di utara, Guiana Highlands merupakan drainase membagi, memisahkan sungai yang mengalir ke selatan dari Amazon. Sungai-sungai yang bermuara ke Sungai Orinoco sistem, di Venezuela. Titik tertinggi di Brazil  adalah Pico da Neblina pada 3.014 meter (9.890 kaki), dan titik terendah adalah Samudera Atlantik. Brazil memiliki sistem sungai yang padat dan rumit, salah satu didunia yang paling luas, dengan delapan besar drainase basins, semua yang berhulu ke Samudera Atlantik. Amazon merupakan sungai utama, sungai terbesar dari segi volume air di dunia. 


Ekonomi
Brazil memiliki pasar yang sedang bebas dan berorientasi ekspor ekonomi, dengan produk domestik bruto yang melebihi triliun dolar. Brazil memiliki perekonomian kedelapan terbesar di dunia dan yang kedua terbesar di Amerika, setelah Amerika Serikat.

Brasil adalah anggota berbagai organisasi ekonomi, seperti :
1.      Mercosul,
2.      SACN
3.      G8 5
4.      G20
5.      Cairns Group.
Para mitra perdagangan dalam jumlah ratusan, dengan 80% dari ekspor sebagian besar dari barang yang diproduksi atau semimanufactured. Mitra dagang utama Brazil adalah: Uni Eropa (26% dari perdagangan), dan Mercosur Amerika Latin (25%), Asia (16 %), Amerika Serikat (14,3%), dan lain-lain (18,7%).
 



Brazil mata uang adalah Real (R $). Lebih dari sekedar menunjukkan nilai, Uang juga merupakan sarana untuk melestarikan budaya. Pahlawan nasional, tokoh-tokoh sejarah terkenal dan kepribadian di bidang seni dan ilmu, serta fauna yang khas dan Pemandangan alam, digunakan dalam ilustrasi uang, yang memungkinkan untuk warna perkalian dari gambar-gambar dan kepribadian dalam imajinasi populer.
Uang juga merupakan teknologi, maka penerapan teknik untuk mencegah pemalsuan, penggunaan khusus jenis kertas dan percetakan lanjutan prosedur, serta produksinya di Brazil sendiri, fakta-fakta yang menunjukkan kemajuan dan pembangunan, tetapi juga yang berhubungan beberapa sejarah pembangunan identitas nasional


Sistem Ekonomi : Kapitalis
GDP : US$ 1.994 trillion (2008)
GDP Pertumbuhan : 5.1% (2008)
GDP per kapita : US$ 10,551 (2008)
GDP atas sektor : pertanian: 5.5% industry: 28.7% servis: 65,8% (2007)
Inflasi: 4.46% (2008)
Populasi dibawah Garis kemiskinan : 23.5% (2008)
Tenaga Pekerja : 101.8 milyar (2008 est.)
Pengangguran : 7.6% (2008)
Industri Utama :
Pesawat Terbang, Baja; Biji Besi, Batubara; Mesin Konstruksi; Persenjataan; Pakaian dan Tekstil; Bahan Bakar Minyak; Semen; Bahan Kimia; Pupuk; Produk Konsumen, antara lain Sepatu, Mainan, dan Elektronik; Pemroses Makanan; Alat Transportasi, antara lain Mobil, Kereta, Kapal, dan Pewasat; Alat Telekomunikasi, Kendaraan Luar Angkasa Komersial, satelit, Perumahan, Kilang Anggur.

Ekspor : US$ 197.9 juta (2008)
Barang Ekspor : Alat Transportasi, Biji Besi, Kedelai, Sepatu, Kopi, Mobil, Suku Cadang, Alat-alat Berat
Partner Ekspor Utama :
1.      United States 15.8%,
2.      Argentina 9.9%,
3.      China 7.9%,
4.      Netherlands 5.4%, 
5.    Germany 4.7% (2008*)
















Penyebaran Ekspor Brazil di dunia



Import : US$ 173.2 juta (2008)
Barang Import : Alat Berat, Elektronika dan alat Transportasi, Produk Kimia, Oli, Suku Cadang, Elektronik
Partner Import Utama :
1.      United States 11.9%,
2.      China 10.6%,
3.      Argentina 9,0%,
4.      Germany 7,5%,
5.      Nigeria 4.5%,
6.       Japan 4.0% (2008) 

 
Agriculture

Produk Pertanian: Coffee, soybeans, wheat, rice, corn, sugarcane, cocoa, citrus, beef

Pertumbuhan Pertanian : 9.2% (2008)
Tenaga Kerja : 15% of total labor force
GDP dari sektor : 3.5% of total GDP
 
 
 
Di Brazil Lebih dari 600.000 km ² tanah dibagi menjadi sekitar lima ribu bidang properti pedesaan; pertanian saat ini dengan tiga wilayah perbatasan: Pusat wilayah barat (savana), di wilayah utara (wilayah transisi) dan bagian timur laut wilayah (semi - gersang). Terdepan di panen gandum, yang memproduksi lebih dari 110 juta ton / tahun, adalah kedelai, penurut 50 juta ton.
Brasil juga telah mencapai hasil positif dalam sector pengemasan bahan makanan, di mana ia adalah produsen kelima terbesar dunia. Penyumbang 25% dari ekspor global tebu mentah dan gula halus. Ia adalah pemimpin dunia dalam ekspor kedelai dan bertanggung jawab atas 80% Jeruk yang ada didunia, dan sejak tahun 2003, memiliki angka penjualan tertinggi untuk daging sapi dan ayam, di antara negara-negara yang menangani di sektor ini

Menurut majalah FORBES GLOBAL 2000, ada 10 perusahaan dari brazil yang menjadi pemimpin di Negara tersebut yakni :


1.      Pertrobras (Minyak dan Gas)
2.      Vale (Penambangan)
3.      Banco Bradesco (Bank)
4.      Banco do Brasil (Bank)
5.      Unibanco (Bank)
6.      Eletrobras (Bank)
7.      Usiminas (Material)
8.      Oi (Telekomunikasi)

9.      Gerdau (Material)






Political/Legal Stability

Brasil Federasi didasarkan pada kesatuan dari tiga badan otonom politik: di negara, di kota dan Distrik Federal. Federasi yang diatur pada enam prinsip-prinsip: kedaulatan, kewarganegaraan, martabat bangsa, nilai sosial tenaga kerja, kebebasan, dan pluralisme politik. Pemerintahan Dibagi menjadi tiga bagian (eksekutif, legislatif, dan yudikatif di bawah sistem Peninjauan dan keseimbangan), yang secara resmi ditetapkan oleh konstitusi. Empat partai politik menonjol di antara beberapa kecil:
Ø  Partai Buruh
Ø  Partai Demokrasi Sosial Brasil
Ø  Partai Gerakan Demokratis Brasil
Ø  Demokrat.
Hampir semua pemerintah dan fungsi-fungsi administratif dilaksanakan oleh pihak yang berwenang dan lembaga terkait untuk Eksekutif.
Bentuk pemerintahan adalah republik yang demokratis, Dengan sistem presidensial. Presiden dan kepala pemerintahan dipilih untuk empat tahun,. Pada saat ini adalah presiden Luiz Inácio Lula da Silva. Ia terpilih pada 27 Oktober 2002, dan terpilih kembali pada 29 Oktober 2006. Presiden yang menunjuk Menteri Negara, yang membantu dalam pemerintahan


Hukum

Brazil memiliki hukum yang berasal dari Portugis. Hokum perdata dan hukum didasarkan pada status. Menurut kehakiman struktur kehakiman di kongres nasional Brazil, kuasa hukum dibagi antara Negara dan peradilan cabang Federal yudisial cabang, masing-masing memiliki wilayah hukum yang berbeda. Pengadilan tingkat Negara  membuat keputusan pada semua kasus perdata dan pidana. Mahkamah Agung yang disebut Supremo Tribunal Federal membuat final, mengikat keputusan dalam kasus-kasus hukum dan interpretasi terhadap konstitusi.


DEMOGRAFIS


Populasi
Populasi di Negara brazil didapatkan dari berbagai sumber mulai dari tahun 1550 hingga 1850. Sensus secara nasional dilaksanakan pada 1872. Mulai dari thun tersebut sensus dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.
Brazil merupakan Negara kelima terbesar dengan penduduknya
  • 1550 - 15,000
  • 1600 - 100,000
  • 1660 - 184,000
  • 1700 - 300,000
  • 1766 - 1,500.000
  • 1800 - 3,250.000
  • 1820 - 4,717,000
  • 1850 - 7,256,000
  • 1872 - 9,930,478
  • 1890 - 14,333,915
  • 1900 - 17,438,434
  • 1920 - 30,635,605
  • 1940 - 41,236,315
  • 1950 - 51,944,397
  • 1960 - 70,119,071
  • 1970 - 93,139.037
  • 1980 - 119,070,865
  • 1991 - 146,917,459
  • 1996 - 157,079,573
  • 2000 - 169,544,443
  • 2005 - 183,886,761
 

Struktur Umur
Ø  0-14 tahun: 25.3% (Pria 24,554,254/Wanita 23,613,027)
Ø  15-64 tahun: 68.4% (Pria 64,437,140/Wanita 65,523,447)
Ø  65 tahun dan selebihnya : 6.4% (Pria 4,880,562/Wanita 7,002,217) (2007)

Rata-rata Pertumbuhan
0.98%
Rata-rata Kelahiran
16.04 Kelahiran/1,000 populasi
Death rate
6.22 Kematian/1,000 populasi
Rasio Jenis Kelamin
Kelahiran: 1.05 Pria/Wanita
Dibawah 15 tahun: 1.04 Pria/Wanita
15-64 tahun: 0.983 Pria/Wanita
65 tahun dan selebihnya : 0.697 male(s)/female
Total populasi: 0.976 Pria/Wanita (2007)
Rata-rata Kematian Bayi
Total: 26.67 kematian/1,000 kelahiran
Pria: 30.28 kematian/1,000 kelahiran
Wanita: 22.89 kematian/1,000 kelahiran (2008)
Perkiraan Kehidupan setelah lahir
Total Populasi: 72.24 years
Pria: 68.8 years
Wanita: 76.38 years (2008)
Rata-rata tingkat kesuburan
1.86 Anak Lahir/Wanita (2008)
Kemampuan Baca Tulis
Definisi: Berumur diatas 15 tahun yang mampu baca dan tulis
Populasi Total: 88.6%
Pria: 88.4%
Wanita: 88.8% (2004 est.)
Brazil Religions :
Ø  Katolik (nominal) 73. 6%,
Ø  Protestan 15. 4%,
Ø  Ilmu wasitah 1. 3%,
Ø  Bantu / voodoo 0. 3%,
Ø  Lainnya 1. 8%,
Ø  Tak ditentukan 0. 2%,
Ø  Tidak Beragama 7. 4% (2000)


Teknologi
Sains di Brazil secara efektif dimulai pada dekade pertama dari abad ke-19, ketika Portugis Keluarga bangsawan, dipimpin oleh John VI, tiba di Rio de Janeiro, Kabur dari Napoleon dari invasi tentara dari Portugal di 1807. Sampai saat itu, Brazil adalah koloni Portugis, tanpa perguruan tinggi, dan kurangnya budaya ilmiah dan organisasi, dalam pertanian ke bekas koloni Penjajahan Amerika dari Spanyol, yang walaupun memiliki penduduk buta huruf besar seperti Brasil dan Portugal, Telah ada sejumlah perguruan tinggi sejak abad 16.
Penelitian teknologi di Brazil sangat umum dilakukan di universitas dan lembaga penelitian. Namun, lebih dari 73% dari dana untuk penelitian dasar masih berasal dari sumber-sumber pemerintah. Beberapa Perusahaan yang sangat erat kaitannya dengan Brazil adalah Oswaldo Cruz Institute, yang Butantan Institute, Air Force Aerospace Teknis dari Pusat Penelitian Pertanian Brasil Corporation dan INPE. Brasil memiliki program ruang paling maju di Amerika Latin, dengan kemampuan yang cukup untuk memulai kendaraan, dan situs peluncuran satelit manufaktur. Pada 14 Oktober 1997, Brazilian Space Agency menandatangani kesepakatan dengan NASA untuk menyediakan bagian untuk iss. Meneliti dan mengembangkan di Resende Bahan Bakar Nuklir ke pabrik bahan bakar di Negara yang bersangkutan.
Brasil adalah salah satu dari tiga negara di Amerika Latin dengan operasional sinkrotron Laboratorium, fasilitas riset di fisika, kimia, bahan ilmu sains dan kehidupan.

Sejarah Singkat Teknologi Brazil
Pada 31 Desember 2007, diperkirakan 21.304.00 Jaringan Broadband Terdapat di Brazil. Lebih dari 75% jaringan Broadband mengunnakan DSL dan 10% melalui Jaringan kabel modem. Salah satu Provider Jaringan Telekomunikasi yang berperan besar adalah Embratel.


Environmental Issue
Beberapa hal yang menjadi sorotan dalam perkembangan lingkungan hiup di Negara Brazil adalah Polusi dan semakin jauh berkurangnya jumlah hutan hujan. Pengurangan jumlah hutan hukan yang terjadi di sebagian hutan di Brazil terutama di daerah amazon dikarenakan ekpoitasi yang berlebihan oleh sector bisnis dan perumahan. 60-70% kerusakan hutan yang terjadi dikarenakan adanya ekploitasi kayu dan pembukaan lahan-lahan peternakan yang membutuhkan padang rumput, sehingga hutan harus ditebang. Bahkan pada tahun 2005 The Guiness Book of record memberikan “penghargaan” kepada Brazil atas jumlah hutan yang berkurang drastic dari 100 tahun yang lalu. Selain itu akibat dari pengundulan hutan yang terjadi, tingkat gas buang begara Brazil juga mulai meningkat karena tidak adanya hutan hujan yang dapat menstabilkan tingkat gas buang CO2.
Selain masalah tentang penguruangan jumlah hutan hujan diatas, Brazil juga memiliki masalah dengan pencemaran air dan kekurangan air
 



 



 









 


 










 




 















Followers